FENOMENA TRADISI MENJATOH HIBAH BERBALUT HUTANG

Studi Kasus Tradisi Masyarakat Di Kota Subulussalam, Aceh

  • Helmi Yusuf Institut PTIQ Jakarta, Indonesia
Keywords: Menjatoh Hibah, Hutang, Subulussalam

Abstract

Tradisi saling memberikan hadiah sangat dianjurkan dalam Islam, bahkan hal ini berdampak kepada penguatan rasa kasih sayang ukhuwah Islamiyah. Di antara tradisi Islam, silaturrahim pada saat walimah atau resepsi pernikahan (walimatur ursy). Di Subussalam Aceh, terdapat tradisi menjatoh untuk memberikan hadiah berupa uang untuk mempelai sebagai kontribusi bantuan dan hadiah atas pernikahan. Namun tradisi ini berubah sifatnya menjadi transaksi utang piutang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis permasalahan perubahan kebiasaan hadiah menjadi utang ini (Menjatoh) dari sisi hukum syariah Islam dengan melakukan penelitian lapangan di Kota Subulussalam Aceh serta diperkaya dengan pendekatan kepustakaan. Penelitian ini menemukan bahwa Tradisi menjatoh merupakan tradisi yang telah lama dipraktekkan oleh masyarakat Subulussalam Aceh pada acara walimah pernikahan dan walimah khitan berupa pemberian hibah uang maupun barang berharga kepada pihak shahibul walimah sebagai tanda kasih sayang dan kekeluargaan serta dengan tujuan mempererat/memperkuat  persaudaraan. Pandangan fikih Islam, sangat mengajurkan pemberian hadiah kepada orang lain untuk memperkuat rasa persaudaraan dan silaturrahim namun Islam melarang adanya peralihan akad hadiah menjadi akad utang piutang, karena hadiah itu bukanlah utang yang wajib dikembalikan sehingga disarankan kepada ulama, tokoh masyarakat setempat agar mengedukasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa tradisi menjatoh tidak dapat dianggap sebagai utang piutang dalam perspektif Islam.

References

Andarini, D, H Hidayat, and I Hajar. 2019. “Tradisi Marpege-Pege Dalam Upacara Adat Perkawinan Batak Angkola Padangsidimpuan.” Jurnal Antropologi Sumatera 17(1): 56–58. https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/jas/article/view/20026.
Aufillah, Muhammad. 2021. “Aufillah, Muhammad. ‘Tinjauan Hukum Islam Terhadap Tradisi Buwuh Pada Pelaksanaan Pernikahan Di Desa Karanggondang Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara.’ (2021).” Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. https://dspace.uii.ac.id.
Basuki. 2020. Interactive Qualitative Data Analysis Between Miles-Huberman And Spradley In Basuki’s Dissertation. Ponorogo: IAIN Ponorogo.
Hilda, Lelya. 2016. “Revitalisasi Kearifan Lokal Dalihan Na Tolu Masyarakat Muslim Mandailing Dalam Menjaga Harmonisasi Lingkungan Hidup.” MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman 40(1): 175–92.
Holilah, Helni. 2018. “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Hutang Piutang Yang Dijadikan Sumbangan Pada Resepsi Pernikahan Atau Walimah (Studi Di Desa Talok Kec. Kresek Kab. Tangerang).” UIN Banten. http://repository.uinbanten.ac.id/1968/2/ABSTRAK.pdf.
Mubarak, Jaih, and Hasanudin. 2017. Jaih Mubarak Dan Hasanudin, Fikih Mu’amalah Maliyah, Akad Tabarru’. 1st ed. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Muzammil, Iffah. 2019. Fiqh Munakahat: Hukum Pernikahan Dalam Islam. 1st ed. Tangerang: Tira Smart.
Nasrun Haroen. 2003. Fiqh Muamalah. Gaya Media Pratama.
Somantri, Gumilar Rusliwa. 2005. “Gumilar Rusliwa Somantri.” Makara, Sosial Humaniora 9(2): 57–65. https://media.neliti.com/media/publications/4388-ID-memahami-metode-kualitatif.pdf.
Sugeng, Tedjo Asmo. 2019. “Tradisi Sumbangan Dalam Acara Perkawinan Di Desa Perante Kecamatan Asembagus Kabupaten Situbondo Berkaitan Dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 1 Tentang Perkawinan.” Fenomena 17(1): 1980–92. https://ojs.unars.ac.id/index.php/fenomena/article/download/856/627.
Umam, Ahmad Khoirul. 2008. “Tinjauan Hukum Islam Tentang Penghibahan Barang Yang Belum Ada: Studi Analisis Terhadap Pasal 1667 KUH Perdata.” IAIN Walisongo. http://eprints.walisongo.ac.id/11794/1/042111179_AHMAD_KHOIRUL_UMAM.pdf.
Wibisana, Wahyu. 2016. “Pernikahan Dalam Islam.” Jurnal Pendidikan Agama Islam - Ta’lim 14(2): 185–93. http://jurnal.upi.edu/file/05_PERNIKAHAN_DALAM_ISLAM_-_Wahyu.pdf.
Zuhayli, Wahbah. 2010. Fiqih Islam Wa Adillatuhu. Gema Insani.
Published
2021-12-15