DIALEKTIKA NASAKH-MANSUKH: PERSPEKTIF TRADISIONAL JALALUDDIN AS-SUYUTHI VERSUS HERMENEUTIK-MODERN MUHAMMAD SYAHRUR

Authors

  • mia fitriah elkarimah unindra Author

Abstract

Abstrak

Penelitian ini mengeksplorasi dialektika konsep nasakh-mansukh melalui analisis komparatif pemikiran Muhammad Syahrur dan Jalaluddin As-Suyuthi, dua tokoh dengan pendekatan hermeneutik berbeda dalam memahami dinamika hukum Islam. Menggunakan metode kualitatif-komparatif dengan pendekatan studi pustaka, penelitian mendalami konstruksi epistemologis kedua pemikir dalam menafsirkan mekanisme nasakh dalam Al-Qur'an. Temuan penelitian mengungkapkan perbedaan fundamental: Syahrur mengajukan pendekatan revolusioner dengan menolak total konsep nasakh internal, menawarkan hermeneutika kontekstual yang memandang setiap ayat memiliki relevansi berkelanjutan sepanjang zaman. Sebaliknya, Suyuthi mempertahankan metodologi klasik dengan menerima nasakh sebagai mekanisme syariat, namun dengan pembatasan ketat, mengklasifikasikan nasakh dalam tiga kategori dan membatasi jumlah ayat mansukh hingga sekitar 20 ayat. Analisis mendalam mengungkap bahwa meskipun metodologi mereka berbeda, keduanya sama-sama bertujuan menjaga koherensi dan relevansi Al-Qur'an, mencerminkan dinamika intelektual yang kompleks dalam tradisi pemikiran Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman teks suci merupakan proses intelektual berkelanjutan yang membutuhkan keseimbangan antara kontekstualitas modern dan preservasi makna original, sekaligus menghadirkan ketegangan produktif antara tradisi dan pembaruan dalam kajian keislaman.

 

Kata Kunci: Nasakh-Mansukh, Hermeneutika, Imam al-Suyuthi, Syahrur.

 

References

Al-Zarkasyi. Al-Burhan Fi Ulum Al-Qur’an. Darul Hadist, 2006.

As-Suyuthi, Jalaluddin. Al-Itqan Fi Ulum Al-Qur’an. Mesir: al-Haiat al-Masriyah al-Ammah lil kutub, n.d.

Dzulhadi, Qosim Nurseha. “Kontroversi Nasikh-Mansukh Dalam Al-Qur’an.” Tsaqafah 5, no. 2 (2009): 257.

Elkarimah, Mia Fitriah. “Rekonstruksi Terhadap Konsep Sunnah Dalam Pemikiran Muhammad Syahrur.” Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis 5, no. 1 (2023): 57–66.

Hasbullah, Irma Juliana, Zulfaniyatul Husna, and Andi Miswar. “Kupas Tuntas : Rahasia Dibalik Konsep Penghapusan Hukum Ayat Dalam Al-Qur ’ an.” Hamalatul Qur’an: Jurnal Ilmu-Ilmu Al-Qur’an 5, no. 2 (2024): 759–772.

Manzur, Abu al-Fadl Jamaluddin Muhammad bin Mukarram Ibnu. Lisan Al-‘Arab. Beirut: Dar Sadr, 1990.

Masrur, Imam. “Konsep Nasikh Mansukh Jalaluddin Al-Suyuti Dan Implikasi Metode Pengajarannya Di Perguruan Tinggi.” Realita : Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam 16, no. 1 (2022): 1–24.

Mia Fitriah El karimah. “Syahrur of Intertextuality : Case Study of Aurat Concept Intertekstualitas Syahrur : Studi Kasus Pada Konsep Aurat” 5, no. 2 (2023): 151–164.

Mun’im, Zainul. “Teori Nasikh-Mansukh Al-Qur’an Sebagai Pembaharuan Hukum Islam Dalam Pemikiran Abdullahi Ahmed An-Na’im Dan Muhammad Syahrur.” Al-Mazahib 2, no. 1 (2014): 1–22.

Qatthan, Manna’ Khalil. Mabahits Fi ‘Ulum Al-Qur’An,. Mesir: Maktabah Wahbah, 2000.

Quthub, Sayyid. “Fi Zilal Al-Quran.” Kairo: Daar Syuruq, 2002.

Supriyanto, John. “Diskusi Naskh Dalam Wacana Studi Al Qur’an.” Jurnal Al-Dirayah 2, no. 1 (2019): 14–20. http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=1688907&val=18382&title=DISKUSI NASKH DALAM WACANA STUDI AL QURAN.

Syahrur, Muhammad. Al-Kitab Wa Al-Qur’an: Qira’ah Mu’asirah. Damaskus: Al-Ahali, 1990.

———. Dirāsat Islāmiyyah Mu’āṣirah Fī l-Dawlah Wa Al-Mujtam’. Damaskus: al-Ahālī li-l-Ṭibāʿah wa-l-Nashr wa al-Tawzīʿ, 1994.

———. Metodologi Fiqih Islam Kontemporer. Translated by Burhanuddin and Sahiron Syamsuddin. Yogyakarta; eLSAQ, 2004.

———. Tirani Islam; Genealogi Masyarakat Dan Negara. Translated by Saifuddin Zuhri Qudsy and Badrus Syamsul Fata. Yogyakarta: LkiS, 2003.

———. Muhammad. Nahw Usul Jadilah Li Al-Fiqh Al-Islami. Damaskus: : al-Ahālī li-l-Ṭibāʿah wa-l-Nashr wa al-Tawzīʿ, 2000.

Wahbah az-Zuhaili. Ushūl Al-Fiqh Al-Islāmī. Damaskus: Dar al-Fikr, 1986.

Downloads

Published

2026-03-12